Bebek Sinjay, Kuliner Khas Jempolan Bangkalan – Madura

Beberapa hari yang lalu saya diundang oleh sepupu saya untuk hadir di acara Maulidan di rumahnya sekaligus acara syukuran dirinya karena telah wisuda. Dalam hati, “Waaah.. ada acara makan-makan”, langsung saja saya meng-oke-an :D
Lupakan tentang acara Maulidan atau syukuran karena saya tidak akan membahas masalah itu di postingan ini.
Berangkatlah saya, hari Sabtu 11 Februari 2012, ke tanah Bangkalan – Madura dengan menyeberangi jembatan Suramadu yang terkenal se-Asia Tenggara itu. Saya berangkat dari kos pukul 12.30 WIB. Perjalanan dari kos saya menuju Suramadu memakan waktu sekitar 45 menit. Mengingat hari itu hujan turun, saya merasa sedikit takut untuk melewati jembatan Suramadu, apalagi jika berada tepat di tengah jembatan dan hujan turus deras ditambah angin yang berhembus kencang. Membayangkannya saja membuat bulu kuduk merinding. Lebih merinding dibanding ketemu hantu. Iiihhh!
Tapi alhamdulillah, hujan yang turun tidak begitu deras dan angin yang berhembus tidak kencang, malah sepertinya tidak ada angin yang berhembus. hehe.
Sepupu saya sudah standby di ujung jembatan Suramadu bagian Madura untuk menjemput saya. Orang tua saya memang tidak memperbolehkan saya untuk melakukan perjalanan sendiri, pun baik itu yang hanya berjarak 1 kilometer. Kata beliau, cewek nggak baik kalau jalan-jalan sendiri -.-
Padahal aslinya kan berani. hehe
Sampailah saya dan sepupu saya di Rumah Makan Bebek Sinjay. Tidak begitu lama untuk mencapai tempat ini, hanya 10 menitan dari ujung jembatan Suramadu. Rumah Makan Bebek Sinjay terletak di desa Ketengan, Bangkalan – Madura.

Kami tiba di Rumah Makan Bebek Sinjay sekitar pukul setengah 2 siang. Orang-orang yang ingin menyicipi nikmatnya Bebek Sinjay pun rela menunggu dalam antrian panjang. Kami pun salah satunya. Tapi tak perlu khawatir menunggu lama, karena pelayananan disini begitu cepat.
Cukup mengeluarkan gocek Rp. 12.000,- kita sudah bisa menikmati kuliner khas Bangkalan ini plus sebotol teh botol Sosro.

tampang pengunjung yang berbahagia mendapati bebek sinjay di meja


tampang bahagia pengunjung lain


Kenapa sih orang-orang pada rela ngantri dan datang jauh-jauh ke Madura hanya untuk menyicipi Bebek Goreng Sinjay, padahal banyak rumah makan yang menyajikan menu bebek goreng? Bebek Goreng Sinjay ini memang bener-bener enak. Ini asli testimoni dari lubuk hati saya yang paling dalam. Daging bebeknya empuk dan gurih, bumbunya pas dan ada serondengnya juga. Naah, yang khas di Bebek Sinjay ini adalah sambalnya. Namanya “sambal pencit”. Ini yang membuat kenikmatannya bertambah menjadi berkali-kali lipat. Sambal pencit terbuat dari irisan buah kedondong yang dicampur dengan irisan cabai rawit ditambah garam. Pedasnya itu pedas maknyooooos! Mantep deh pokoknya :D
Kata sepupu saya, kalau lagi musim buah mangga, irisan kedondong bisa diganti dengan irisan buah mangga.
Kuliner yang satu ini wajib banget untuk dicoba bagi temen-temen yang doyan makan, khususnya yang doyan sama bebek goreng. Dijamin puas dan berbahagia! :D
Tips: Rumah Makan Bebek Sinjay ini lebih cepat diakses kalau temen-temen ke Madura lewat Suramadu dibanding lewat Pelabuhan Perak.

8 thoughts on “Bebek Sinjay, Kuliner Khas Jempolan Bangkalan – Madura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s