Sang Harapan Bangsa: Robby Rifal Hamdani

Dan pada akhirnya, bunga yang indah itu akan layu dan mati. -@robbyrifal 9 April 2013

d99f764cbc883dfe1c20c5a45eca3ad1

Dia Robby Rifal Hamdani, panggilan akrabnya Rifal. Aku mengenalnya sejak SMA. Kalau kamu mengatakan bahwa dia tampan, ya dia memang tampan. Jangan salah, dia bukan playboy, dia pria baik-baik, keceriaannya bisa merangkul seluruh senyum anak2 seangkatan, The Rainbow.

Namun sayang, keceriaan yang dia tularkan sepertinya kini harus terhenti.

Senin 15 April 2013 pukul 07.45, aku mendapatkan berita duka yang menyatakan bahwa Rifal sudah tiada. Bagaimana bisa?? Aku tidak percaya, sepertinya ada yang sedang bercanda menyebarkan kabar hoax. Aku hubungi semua nomor teman-teman yang masih tersisa di kontak hpku. Aku masih tidak percaya. Aku butuh kepastian. Mataku berseliweran di timeline twitter, memperhatikan dengan teliti semua status, dan semuanya menyatakan ‘iya’. Kata mereka, Rifal tersambar petir saat mendaki Gunung Sumbing di Wonosobo Jawa tengah hari minggu 14 April 2013. Dia meninggal di atas gunung seperti tokoh idolanya, Soe Hok Gie.

Seketika itu pula mata ini basah. Aku segera menghubungi orang tuaku untuk memberi tahukan kabar duka ini. Aku ingin pulang mengantarnya.. .

Hey Rifal, ingatkah kau saat SMA kau pernah mencandai ku karena aku dekat dengan salah seorang temanmu. Kau juga sering menjailiku saat kelas agama. Hahaha. Aku ingat terakhir kali bertemu denganmu saat kepulanganku ke Bali. Kita bertemu di salah satu rumah makan transit travel. Bersama yoyok, yuliartini, vera, dan Gd Krisna. Ya, terakhir kali hanya itu. Sisanya kita hanya berbincang di sosmed. Katanya sih kamu sekarang sudah baik, nggak pernah jail, sudah tobat, hahaha. Kamu yang sekarang pasti sudah menjadi sosok yang visioner dan memiliki banyak impian untuk merubah bangsa dan dunia ya? Kau tau, walaupun aku sedikit meboye (baca: ragu) hati ku mengatakan yakin bahwa kau nantinya (pasti) akan menjadi sosok yang hebat. Aku sering senyum-senyum sendiri jika membayangkan reunian kita dan mengandai-ngandai anak-anak The Rainbow akan sesukses apa nantinya.

Ah, mendadak aku rindu candamu, kejailanmu, kekonyolanmu.

Fal, kami sayang kamu. Tapi sepertinya Allah lebih sayang kamu. Katanya orang baik itu emang lebih dulu dipanggil Allah lho.

Selamat jalan Fal. Kenangan tentang dirimu tak akan pernah pergi dan selalu membekas di hati :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s